PKS Berharap Dalam Pembangunan Negeri Tidak Menghilangkan Nilai Agama
Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu, berharap peran
agama tidak dihilangkan dalam proses pembangunan di negeri ini.
Menurutnya, jika peran agama dihilangkan maka mengkhianati perjuangan
pendiri bangsa dan mengabaikan visi Ketuhanan.
"Jika ada kebijakan yang berusaha memarjinalkan atau bahkan bercita-cita
menghilangkan peran agama dalam proses pembangunan di negeri ini maka
itu adalah tindakan yang mengkhianati perjuangan pendiri bangsa dan
mengabaikan visi ketuhanan,"ujarnya dalam pidato kebangsaan di HUT
ke-50 CSIS, Jumat (20/8).
Syaikhu menyebut, bila peran agama dihilangkan maka harus dikoreksi dan
diluruskan kembali. Kata dia, visi Ketuhanan adalah bukti nyata bahwa
kepemimpinan bangsa harus dimulai dengan semangat yang harus dihormati
dan memuliakan ajaran dan nilai-nilai agama.
"Insinyur Soekarno, Doktor Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Haji Agus
Salim, Panglima Besar Jenderal Soedirman, Kyai Haji Wahid Hasyim, Ki
Bagus Hadikusumo, dan Mr A.A Maramis dan para pendiri bangsa lainnya
menyadari bahwa amanah kepemimpinan tidak hanya berdimensi duniawi, tapi
juga dimensi ukhrawi,"tuturnya.
Syaikhu menegaskan, kepemimpinan tidak hanya membangun kemajuan fisik
berdimensi product. Namun juga membangun jiwa yang berdimensi spiritual
trasedental.
"Pembangunan sebuah bangsa harus mampu menciptakan kemajuan peradaban
product, sekaligus peradaban spiritual, inilah kalau dalam bahasa
Alquran yang saya yakini disebut Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur,
hal itu juga tercermin dari lagu kebangsaan kita bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya,"pungkasnya.
Komentar
Posting Komentar